Dekopin Versi Sri Untari Dapat Pengakuan dari Pemerintah

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kepengurusan Dewan Koperasi Indonesia atau Dekopin versi Dr Sri Untari MAp mendapat pengakuan secara hukum dari pemerintah pusat.

Surat pengesahan tersebut disampaikan langsung Dirjen Perundang-Undangan, Menkum HAM, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana, SH, M.Hum kepada Dr Sri Untari MAp.

Pengesahan itu berdasarkan pasal 59 UU No.25 tahun 1992 tentang Perkoperasian menyebut, Organisasi yang dibentuk sebagaimana dimaksud dalam pasal 57  disahkan oleh Pemerintah.

Usai mendapatkan mandat secara resmi dari pemerintah, di tanggal 11 Juli 2020,  Sri Untari berziarah ke Makam Bung Hatta dan langsung memimpin upacara Hari Koperasi di halaman makam Bung Hatta.

Pihaknya merasa bangga, dan istimewa saat upacara ini lantaran selain untuk pertama kalinya  dia memimpin upacara, juga karena upacara tersebut juga dihadiri oleh putri Bung Hatta Meutia Hatta.

“Saya berziarah ke makam Bung Hatta, sabagai rangkaian Hari Koperasi, sekaligus memimpin upacara. Kami kehadiran putri beliau Ibu Meutia Hatta, ini sungguh sangat istimewa,” ujarnya.

Dia menyampaikan Koperasi sebagai sukoguru, yang  bisa diterjemahkan dan dipahami, dihayati serta dilaksanakan sebagai wadah pendidikan anggota dalam membangun kesadaran akan kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong.

“Kepedulian keterbukaan kejujuran dan kedisiplinan dengan anggota yang sehat koperasi akan kuat dan bersama koperasi yang kuat ekonomi indonesia akan beradulat,” ungkapnya.

Secara khusus sebagai ketua Dekopin Sri Untari mengajak untuk mengenang jasa Bung Hata, serta meneguhkan kembali mandat dan cita-cita koperasi.

Sebagai informasi, sebelumnya kepengurusan Dekopin berbuntut dualisme antara Sri Untari dan Nurdin Halid beberapa waktu lalu. Namun, terbaru pemerintah pusat telah mengakui kepengurusan Dekopin versi Sri Untari(*)

Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/283032/dekopin-versi-sri-untari-dapat-pengakuan-dari-pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *